Kampus Mengajar Angkatan 7 Dorong Peningkatan Literasi dan Numerasi di Trenggalek
Kampus Mengajar Angkatan 7 Dorong Peningkatan Literasi dan Numerasi di Trenggalek
Trenggalek – Program Kampus Mengajar Angkatan 7 Tahun 2024 yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah dilaksanakan dengan sukses di Kabupaten Trenggalek. Program ini berlangsung selama empat bulan dan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Universitas Hang Tuah, Dr. Agus Wahyudi, S.IP., M.IP.
Pelaksanaan Kampus Mengajar Angkatan 7 dilakukan di dua sekolah dasar, yakni SD Negeri 2 Jatiprahu Kecamatan Karangan dan SD Negeri 1 Karangsuko Kecamatan Trenggalek. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ditugaskan untuk membantu proses pembelajaran di sekolah, khususnya dalam penguatan literasi dan numerasi siswa.
Selama masa penugasan, mahasiswa melaksanakan berbagai program pendukung pembelajaran. Kegiatan tersebut meliputi asistensi mengajar di kelas, revitalisasi perpustakaan, pembuatan pojok baca, serta penerapan pembelajaran berbasis teknologi digital. Selain itu, mahasiswa juga menyelenggarakan Festival Literasi dan Numerasi sebagai upaya meningkatkan minat baca dan kemampuan berhitung siswa melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan.
Tidak hanya fokus pada aspek akademik, Program Kampus Mengajar juga menaruh perhatian pada pembentukan karakter siswa. Berbagai kegiatan dilakukan, seperti sosialisasi pencegahan perundungan, penanaman nilai toleransi, pembiasaan kegiatan keagamaan, serta edukasi kepedulian lingkungan melalui program penghijauan dan pengelolaan sampah.
Dosen Pembimbing Lapangan berperan aktif dalam memastikan keberjalanan program melalui pendampingan rutin, kunjungan ke sekolah, forum koordinasi dengan pihak sekolah, serta refleksi bersama mahasiswa. Menurut Dr. Agus Wahyudi, Program Kampus Mengajar menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi langsung bagi peningkatan kualitas pendidikan dasar.
“Program ini tidak hanya membantu sekolah dalam proses pembelajaran, tetapi juga membentuk mahasiswa agar memiliki kepedulian sosial dan pengalaman lapangan di dunia pendidikan,” ujarnya.
Program Kampus Mengajar Angkatan 7 di Kabupaten Trenggalek mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru pamong, serta orang tua siswa. Diharapkan, hasil dari program ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan mutu pendidikan dasar dan menjadi contoh kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah.







